Empty
Sampai detik ini pun, "pergi" tidak pernah menjadi pilihan ku. Aku sudah mencintai kota ini seperti kampung halamanku sendiri. Orang-orang, tempat-tempat dan kenangan-kenangannya, itu semua enggan membuatku pergi dari sini. Entah aku akan kembali lagi atau tidak. Ku kira ini mimpi, tapi ternyata mentari menyadarkanku bahwa pagi ku dimulai dengan kenyataan yang sama setiap harinya. Sampai akhirnya di detik selanjutnya aku menyadari hari ini akan tiba dan "pergi" akhirnya menjadi pilihanku.


Komentar
Posting Komentar